Search This Blog

TRENDING NOW

Levani North Koroba located in the Highlands of Papua New Guinea — pandanus trees, mountain air, and landscapes that define who we are.  

Huli 

Homai igini urume, Tolo Wakolo Wakira Wanama Homai pulego ibabe lenego wane poponi ta 

📸Makape Ewe


Manifesto Politik 19 Oktober 1961 adalah deklarasi paling penting dalam menentukan posisi bangsa Papua sebagai bangsa yang merdeka.

Manifesto politik lahir bukan semata-mata karena kehendak bangsa lain, tetapi deklarasi manifesto lahir dari kemauan bangsa Papua untuk merdeka dan berdaulat.
Atas restu Pemerintah Belanda, NGR (Nieuw Guinea Raad - Dewan Nasional Papua) membentuk KNP (Komite Nasional Papua). Manifesto politik itu lahir dalam suatu forum resmi (pertemuan akbar) yang difasilitasi oleh Komite Nasional Papua (KNP) yang dihadiri 70 orang dari wakil tujuh wilayah dan anggota NGR dari tanggal 17- 19 Oktober 1961.
Dalam deklarasi Manifesto itu menegaskan aspirasi kemerdekaan dan hak penentuan nasib sendiri (self-determination) bagi rakyat Papua.
Dalam manifesto itu ada dua pernyataan (pernyataan kembar) diumumkan, yaitu: pernyataan kebangsaan Papua dan pernyataan kemerdekaan bangsa Papua. Selain itu, bangsa Papua mengumumkan simbol simbol bangsa Papua, yaitu bendera kebangsaan "Bendera Bintang Fajar", dan lagu kebangsaan "Hai Tanahku Papua".
Manifesto bangsa Papua dipublikasikan melalui media "pengantara". Dan disambut dengan penuh gembira oleh seluruh rakyat di Tanah Papua Barat.
Perlu diingat bahwa 1 Desember 1961 adalah hari selebrasi KEMERDEKAAN BANGSA PAPUA yang dirayakan secara resmi atas restu Ratu Belanda; Sedangkan 19 Oktober 1961 adalah Hari Deklarasi kebangsaan dan kemerdekaan bangsa Papua.
Dasar berdirinya bangsa dan Negara Papua adalah Manifesto Politik Bangsa Papua yang dinyatakan pada 19 Oktober 1961.
Berikut ini manifesto politik bangsa Papua, yang dinyatakan pada sesi terakhir dari Kongres I Papua, tanggal 19 Oktober 1961 di Hollandia (kini Jayapura).
MANIFEST
Kami jang bertanda-tangan di bawah ini, penduduk tanah Papua bahagian Barat, terdiri dari berbagai golongan, suku dan agama, merasa terikat dan bersatu padu sebagai satu bangsa dan satu tanah air:
MENYATAKAN:
Kepada penduduk sebangsa dan setanah air bahwa:
1. Berdasarkan fasal 73 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa bahagian a dan b;
2. Berdasarkan maklumat akan kemerdekaan bagi Daerah-Daerah jang belum berkepemerintahan sendiri, sebagai termuat dalam Resolusi jang diterima oleh Sidang Pleno Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam sidangnja ke 15, dari 20 September 1960 sampai 20 Desember 1960, No. 1514 (XV);
3. Berdasarkan hak mutlak dari kita penduduk tanah Papua bahagian Barat atas tanah air kita;
4. Berdasarkan hasrat dan keinginan bangsa kita akan kemerdekaan sendiri;
Maka kami dengan perantaraan Komite Nasional dan Badan Perwakilan Rakjat kita Nieuw Guinea Raad mendorong Gubernemen Nederlans-Nieuw-Guinea dan Pemerintah Nederlands supaja mulai dari November 1961:
1. Bendera kami dikibarkan disamping Bendera Belanda Nederland;
2. Njanjian kebangsaan kita (kami) “Hai Tanahku Papua” dinjanjikan atau dilagukan disamping Wilhemus;
3. Nama tanah kami mendjadi Papua Barat dan
4. Nama bangsa kami mendjadi Papua.
Atas dasar-dasar ini kami bangsa Papua menuntut untuk mendapat tempat kami sendiri, sama seperti bangsa-bangsa merdeka dan diantara bangsa-bangsa itu kami bangsa Papua ingin hidup sentosa dan turut memeliharakan perdamaian dunia.
Dengan manifest ini kami mengundang semua penduduk jang mentjintai tanah air dan bangsa kita Papua menjetudjui Manifest ini dan mempertahankannja, oleh karena inilah satu-satunja dasar kemerdekaan bagi kita bangsa Papua.
Hollandia, 19 Oktober 1961.
Inury
J. S. Dekeniap
D. Sarwom
S. L. Rumadas
Poana
T. S. Akwan
A. Onim
H. Jomungga
J. S. Rumainum
M. Buotabui
E. Itaar
F. Torey
Suwae
M. W. Kaisiepo
J. J. Roembiak
B. Gebze
Jaab
Th. Mezet
M. Ongge
J. E. Bonay
H. Jochu
N. Tanggahma
Iz. Menufandu
H. I. Bauw
Wai
Sp. Malibela
N. Jouwe
T. Dansidan
Mori Muzendi
W. Giay
P. Koejab
Nemnay
Zonggonao
A. Sefa
F. Jufuway
J. Manory
J. A. Rumtoboy
L. Ajamiseba
E. Noembery
M. Rumainum
Dan 12 nama tak dapat dibaca karena dokumennya rusak.
Manifesto Politik di atas Sah dan Legitim berdirinya Bangsa dan Negara Papua.
Lembaga Tinggi Negara yang dibentuk pada bulan April 1961 adalah Nieuw Guinea Raad (NGR). NGR berbentuk bikameral.
Bikameral adalah sistem perwakilan yang memiliki dua kamar legislatif atau parlemen, yang terdiri dari majelis tinggi dan majelis rendah. Tujuannya adalah untuk menciptakan sistem cek and balances (saling mengawasi dan menyeimbangkan) di antara lembaga negara dan dalam internal lembaga legislatif itu sendiri.
Apakah deklarasi manifesto bangsa Papua itu masih relevan? Jawabannya: Ya, suatu bangsa lahir satu kali untuk selamanya; dan juga Negara juga lahir satu kali untuk selamanya. Selama bangsa Papua masih diberi waktu untuk hidup di planet bumi ini, deklarasi manifesto itu akan dipertahankan sebagai dasar berdirinya Negara Bangsa Papua hingga kemerdekaan dan kedaulatan itu menjadi nyata dan diraih, dan bertahan hingga kesudahan zaman (hari kiamat).
Atas pertolongan Tuhan, PAPUA PASTI BISA.
Oleh: Selpius Bobii, Aktivis HAM Papua // Nabire: Senin, 29 Desember 2025 //

 𝗗𝗶𝗽𝗹𝗼𝗺𝗮𝘀𝗶 𝗘𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝘀𝗶𝘀 𝗪𝗮𝗻𝘁𝗼𝗸 𝗦𝗶𝘀𝘁𝗲𝗺 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 - 𝗣𝗡𝗚 𝗔𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗗𝗶𝗽𝗹𝗼𝗺𝗮𝘀𝗶 𝗠𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗯𝘂𝗿 𝗣𝗮𝗻𝗮𝘀 𝗧𝗲𝗿𝗸𝗮𝗶𝘁 𝗜𝘀𝘂 𝗣𝗮𝗽𝘂𝗮 


Dalam disertasi doktoral saya, saya menganalisis pertemuan dua orang penting dalam foto ini, yang memainkan peran strategis dibalik diplomasi makan bubur panas, dalam bentuk diplomasi energi di perbatasan Indonesia dan Papua New Guinea ( PNG ). 


Pertemuan dua tokoh ini, terjadi di Port Moresby, PNG, pada awal Juli 2023. Dari pertemuan kedua tokoh ini, lahirlah ide diplomasi makan bubur panas, untuk merebut hati dan pikiran PNG. 


Catatan analisis disertasi saya adalah diplomasi kedua tokoh ini, adalah bagian dari bentuk diplomasi berbasis wantok system. Dan secara geopolitik, siapa merebut dan mengontrol PNG, dia akan mengontrol dan mengendalikan hubungan internasional di kawasan Melanesia. 


ULMWP kubu Benny Wenda, dan kubu Menase Tabuni, gagal di MSG Summit 2023, karena tidak membaca peta geopolitik Melanesia dgn baik, dan tidak mampu mendeteksi diplomasi makan bubur panas berbasis Wantok sistem dalam praktik diplomasi energi Indonesia - PNG. 


Diplomasi sistem Wantok atau 𝙒𝙖𝙣𝙩𝙤𝙠 𝙩𝙤 𝙒𝙖𝙣𝙩𝙤𝙠 𝘾𝙤𝙣𝙩𝙖𝙘𝙩, yang dipraktikan kedua tokoh dalam foto ini, bisa Anda baca dalam disertasi doktoral saya. 


Marinus Yaung

Dosen Universitas Cenderawasih

Fakta: Perjuangan Papua Barat Merdeka tetap hidup.
Oleh Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman

Ada tiga dasar yang menjadi pijakan Hon. Benny Wenda Presiden Pemerintahan Sementara United Liberation Movement for West Papua memilih tinggal dengan keluarga di Inggris, mendeklarasikan 1 Desember 2020 dan mendirikan Kantor Free West Papua di Oxford, Inggris.

Hon. Benny Wenda Presiden Pemerintahan Sementara United Liberation Movement for West Papua ( ULMWP) adalah pejuang Papua Barat yang memiliki seperti "mata burung elang" melihat dan memilih mangsanya dengan tepat.

Pemimpin pendiam yang selalu menebarkan senyum dan tawa dari lubuk hatinya dan juga pemimpin berbudi luhur ini pernah dinobatkan oleh Brigjen Pol Raziman Tarigan bahwa:

 "Benny Wenda pemimpin sejati yang berbicara dari hatinya dan tidak memiliki watak berpura-pura".

Pada 2002, Brigjen Pol Raziman Tarigan waktu menjadi Wakapolda Papua pernah sampaikan pesan penting kepada saya.

"Pak Socratez, jaga Benny Wenda baik-baik. Dia pemimpin sejati untuk rakyatnya."

Saya serius laksanakan pesan dari seorang jenderal bangsa kolonial. Saya berangkat ke Inggris pada 2005, 2008, 2010 dan 2025 untuk mendukung dan memperkuat Hon. Benny Wenda pemimpin sejati dan berbudi luhur.

Hon. Benny Wenda Presiden Pemerintahan Sementara United Liberation Movement for West Papua ( ULMWP) yang dijuluki Nelson Mandela atau Ramos Horta atau Zanana Gusmao Papua ini juga mendapat penghargaan tertinggi dari rakyat dan pemerintah Inggris melalui Walikota Oxford.

Penghargaan itu diberikan pada 17 Juli 2019 dengan sebutan: 

"Oxford Freedom of the City Award". 

Penghargargaan yang sama diterima oleh orang banyak dan salah satunya alm. Nelson Mandela.

Berarti Hon. Benny Wenda setara dengan alm. Nelson Mandela dan kredibioitas, kapasitas dan integritas Presiden Pemerintahan Sementara ini tidak diragukan atau dipertanyakan lagi.

Karena itu, pemerintah Indonesia yang menduduki dan menjajah rakyat dan bangsa Papua Barat ini tidak suka, tidak senang dan sangat terganggu dengan kepemiminan Hon. Benny Wenda Presiden Pemerintahan Sementara United Liberation for West Papua.

Dengan fakta ini, kalau ada kelompok orang atau seseorang yang masih mengganggu Hon. Benny Wenda berarti kelompok dan orang-orang itu petugas atau pekerja pemerintah kolonial Indonsia. 

*****

SEKARANG, saya jawab pertanyaan MENGAPA HON. BENNY WENDA PRESIDEN SEMENTARA ULMWP MEMILIH TINGGAL DI INGGRIS, MENDEKLARASIKAN 1 DESEMBER 2020 DAN BERKAMPANYE PAPUA BARAT MERDEKA DARI INGGRIS?

Ada tiga dasar yang menjadi pedoman perjuangan Hon. Benny Wenda sebagai berikut:

(1) Inggris adalah Mama dari beberapa Nergara di dunia. Hampir separoh Negara berdaulat di dunia adalah Negara Commonweath Inggris, termasuk Amerika Serikat.

(2) Inggris adalah anggota dari Five Eyes Country. Inggris, Amerika Serikat, Australia, New Zealand/Selandia Baru, dan Kanada adalah Negara Lima Mata. 

(3) Inggris adalah jantung Negara-Negara Eropa yang turut mempengaruhi kebijakan ekonomi dan politik global.

Yang jelas, pasti dan terang, bagwa Hon. Benny Wenda Presiden Pemerintahan Sementara United Liberation for West Papua sudah menjadi sahabat orang banyak .  

Pidato saya di Parlemen Inggris pada 24 Maret 2025 memperkuat perjuangan rakyat dan bangsa Papua Barat di Luar Negeri dan Dalam Negeri untuk meriah kembali 1 Desember 1961 sebagai Hari Kemerdekaan Papua Barat.

Terima kasih.

Minggu, Itu Waktu Purom, 30 Maret 2025

Kontak: 08124888458
Free West Papua Campaign 
Free Papua Movement Vanuatu 
Free Papua Movement Papua New Guinea 
Free West Papua Campaign - Micronesia 
West Papua Army 🪖 🪖
@WEST PAPUA ARMY 🪖🪖
Tahun 2025 ini bukan cuma nubuatan I.S Kijne yang memasuki usia 100 tahun (1 Abad) akan tetapi juga lagu ciptaannya Hai tanahku Papua.

Ds.I.S Kijne dan Lagunya

Ketika pada tahun 1925 teks lagu "Hai Tanahku Papua" ditulis, saya tentu tidak berpikir bahwa itu suatu hari akan dinyanyikan oleh orang-orang Papua dengan semangat nasional.
Pendeta Kijne, selama 35 tahun bekerja di Nieuw-Guinea, adalah pencipta lagu tersebut. 
Itu bukan sekadar lagu, melainkan doa dan seruan hati rakyat Papua — begitu kata Ds. Kijne.

Lagu Kijne ini yang kemudian oleh komite nasional Papua di tetapkan sebagai "Volkslied van West-Papoea" (Lagu Kebangsaan Papua Barat):

Bait lagu yang telah dipilih oleh Komite Nasional Nieuw-Guinea Belanda sebagai lagu kebangsaan ini saya buat sekitar tahun 1925, untuk paduan suara di Sekolah Pendidikan Miei, yang waktu itu merupakan pusat pelatihan misi. Setelah itu, lagu ini menjadi populer di wilayah Papua Utara dan Barat.

Melodi lagu ini saya ambil dari sebuah lagu rakyat Belanda karya Marius A. Brandts Buys Sr. (1840–1911). Untuk lagu rakyat Nieuw-Guinea yang dibuat belakangan, yang menurut saya lebih baik, saya menciptakan sendiri melodinya. Kedua lagu tersebut dimasukkan dalam kumpulan lagu anak-anak “Seruling Mas – De Gouden Fluit” yang tersebar luas di seluruh Nieuw-Guinea.

Bait lagu ini awalnya ditulis dalam bahasa Melayu, yang pada tahun 1925 merupakan bahasa pengantar (lingua franca) dan bahasa sekolah di Nieuw-Guinea.
---
HAI TANAHKU PAPUA (versi Melayu)

Hai tanahku Papua,
Kau tanah lahirku,
Kau hendak kukasihi
sehingga ajal(ku).

Kukasih pasir putih
dipantaimu senang,
di mana lautan biru
berkilat dalam terang.

Kukasih bunji ombak,
pemukul pantaimu,
nyanjian jang selalu
senangkan hatiku.

Kukasih gunung-gunung,
besar, mulialah,
dan awan jang melajang
keliling puntjaknja.

Kukasih hutan-hutan,
selimut tanahku,
'ku suka mengembara
dibawah naungannja.

Kukasih engkau, tanah,
dengan hasilmu,
membalas keradjanku
dan pekerjaanku.

Sjukur bagimu, Tuhan:
Kaub’rikan tanahku,
b’ri aku radjin djuga
sampaikan maksudMu.
---
O MIJN LAND PAPOEA (versi Belanda)

O mijn land Papoea,
mijn geboorteland,
jou zal ik liefhebben
tot mijn levenseinde.

Ik houd van het witte zand
van je fijne stranden,
waar de blauwe oceaan
blinkt in het licht.

Ik houd van het geluid van
de branding
die op je stranden slaat,
een lied dat steeds
mijn hart verheugt.

Ik houd van de bergen,
groot en verheven,
en de wolken die zweven
om hun toppen.

Ik houd van de bossen,
het dekkleed van mijn land,
ik mag zo graag zwerven
onder je schaduw.

Ik houd van je grond,
die met je vruchten
mijn ijver betaalt
en mijn werk.

Dank zij U, Heer:
Gij hebt mij het land gegeven,
laat mij ook ijverig zijn
om het te laten beantwoorden
aan Uw doel.
---

Catatan Penutup:

> Setelah Perang Dunia II, nama "Papoea" sempat ditolak oleh beberapa kelompok dan saat pembahasan mengenai penggantian nama belum selesai, baris pertama lagu ini diganti menjadi "Hai Tanah Nieuw-Guinea".

— I. S. Kijne
_____________////__
Teks asli lagu ini adalah "Hai Tanah New Guinea " 🙏

 


Oleh— Post Courier

24 JUNI 2025
Perdana Menteri James Marape telah meminta negara-negara anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) untuk menempatkan Papua Barat dan Kaledonia Baru kembali ke agenda keanggotaan penuh MSG.

Berbicara di KTT Pemimpin MSG ke-23 di Suva, Fiji, Mr Marape mengatakan bahwa sementara dialog tingkat tinggi dengan Indonesia (di Papua Barat) dan Prancis (di Kaledonia Baru) harus berlanjut, secara budaya "un-Melanesia" untuk tidak memberi mereka kursi di meja.

Baik Papua Barat dan Kaledonia Baru saat ini memegang status pemerhati di MSG, yang meliputi Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu, dan Fiji.

PNG mengakui Papua Barat sebagai provinsi Indonesia, membuat pernyataan Marape di Suva perubahan halus yang mungkin mengganggu Jakarta. Orang Papua Barat telah melakukan perjuangan lama untuk kemerdekaan dari Indonesia sejak 1969.

Marape mendesak negara-negara MSG untuk memperkuat ikatan budaya mereka dan berbagi takdir, merujuk peradaban Lapita kuno untuk menekankan keturunan yang sama.

“Pak Ketua, kita adalah orang kuno. Warisan kita sudah kembali selama 4.500 tahun," katanya. “ Jejak budaya Lapita menyatukan kita—akar kita, laut kita, warisan kita, dan orang-orang kita.

Meskipun perbatasan modern kita dibentuk oleh proses berdaulat dan sistem PBB, MSG harus mencerminkan persatuan budaya dan takdir bersama kita. "

Marape menegaskan kembali dukungan PNG untuk Pacific Islands Forum (PIF)-mendukung proses dialog tingkat tinggi dengan Indonesia, menekankan perlunya menghormati kedaulatan sambil mempromosikan hak-hak Melanesia.

“MSG memiliki tanggung jawab kepada semua orang Melanesia—baik di Indonesia yang berdaulat, Selat Torres di bawah kedaulatan Australia, atau di tempat lain. Diskusi kita harus melindungi hak-hak rakyat tanpa melanggar batas-batas nasional," katanya.

Dia mengatakan surat-surat akan dikirim ke Paris dan Jakarta yang mencerminkan posisi MSG bersatu di Papua Barat dan Kaledonia Baru.

On a proposed MSG Foreign Ministers’ visit to Indonesia’s Melanesian provinces, Marape was firm in his opposition.

“PNG tidak mendukung proposal ini,” katanya. “Sejak 2019, PIF telah meningkatkan keterlibatan dengan Indonesia ke tingkat Pimpinan. Kunjungan menteri akan menurunkan keterlibatan itu dan risiko merusak jalur yang dibangun dengan hati-hati. "

Marape memuji partisipasi Indonesia dalam dialog MSG dan menegaskan kembali bahwa hal itu tidak melanggar kedaulatan tetapi sebaliknya memperkuat tanggung jawab Melanesia dan ikatan budaya.
Dia menggambarkan MSG sebagai jangkar Forum Kepulauan Pasifik dalam waktu yang tidak menentu dan mendesak anggota untuk menegakkan identitas sementara melengkapi mekanisme regional yang lebih luas.

“Karena PNG menandai 50 tahun kemerdekaan, kami berterima kasih kepada saudara dan saudari MSG yang telah berjalan bersama kami—dan kami berharap untuk tumbuh lebih kuat bersama selama 50 tahun ke depan,” ia menyimpulkan.
Bukan Raja Ampat saja

(Disclaimer: Ko baca baik2 yah jang baru baca sepenggal ko bilang su tau isinya)

Ini balok kayu Merbau, atau yang masyarakat kenal dengan sebutan kayu besi.
Tiap saat ada berkubik-kubik yang dibawa keluar dari sini.
 "bos pengusaha punya", begitu masyarakat menyebutnya.

Para pengusaha kayu ini selama bertahun-tahun mengekstrak kayu dari hutan-hutan masyarakat "tuan tanah".

Seperti kata orang: "tamu tidak akan masuk ke rumah tanpa ijin tuan rumah". Ada kesepakatan bersama antara si bos pengusaha dan tuan tanah.

Prosesnya begini. Setelah kesepakatan "bos dan tuan tanah", tuan tanah akan menunjukan lokasi hutan yang boleh dikelola si bos. Kemudian si bos akan mengirim operator dan pendorong untuk mengerjakan kayu di lokasi tersebut.

Operator dan pendorong memiliki tugas masing-masing, dibayar juga masing-masing. Tugas operator adalah mengolah kayu sedangkan tugas pendorong adalah mengangkut kayu dari lokasi pengerjaan ke lokasi penampungan.

Setelah itu, si bos akan membawa kayu tersebut untuk dijual. Hasil dari penjualan itulah yang kemudian dibayarkan gaji operator dan pendorong sesuai kesepakatan. Tuan rumah menerima royalti dari setiap kubikasi.

Disinilah permainan untung ruginya dimulai.

Bagi tuan tanah, menyerahkan kayu mereka dikelola adalah pilihan terbaik agar mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari dan juga untuk biaya pendidikan anak di kota serta kebutuhan lain-lainnya.

Para bos juga memberi kemudahan, boleh panjar. Karena kebutuhan mendesak, tuan tanah akan "ambil dulu" nanti ganti dengan kayu. Praktik ini sangat masif.

Dari tahun ke tahun, harga kayu yang disepakati sebelumnya mulai dikoreksi bos pengusaha. Menurun. Dengan dalih "hutan sisa, kayu sisa, jarak jauh dari lokasi penampungan. Tuan tanah tidak bisa menolak, karena ini satu-satunya cara cepat mendapatkan uang.

Permainannya tidak sampai di situ.
Kubikasi juga sering dimanipulasi bos. Memanfaatkan kelemahan tuan tanah dalam membaca, menulis dan berhitung.
Bawa kayu 2 kubik, bilangnya 1 kubik.
Kalaupun tuan tanah bisa membaca menulis dan berhitung, permainan kubikasi tetap bisa berlangsung karena pengetahuan tuan tanah untuk menghitung kubikasi tidak mumpuni.

Ok.. permainannya cukup itu saja dulu.

Setelah sekian tahun masyarakat mulai menyadari dampak terhadap lingkungan mereka hidup. Burung cenderawasih yang makin jarang terlihat karena tempatnnya bertengger sudah tidak ada, rusa dan babi yang makin sulit didapat, dan lain sebagainya.

Tapi mirisnya.. meski telah menyadari ada permainan kubikasi, permainan harga kayu yang makin turun, menyadari ada dampak lingkungan, apakah masyarakat memilih untuk berhenti menyerahkan kayu mereka?
Tidak. Mereka tidak melakukannya.

Pertanyaannya.. "kenapa"? Kenapa mereka tidak bisa menghentikannya?
Jawabannya adalah "satu-satunya sumber yang menghasilkan uang". Selama bertahun-tahun tuan tanah merima royalti atas kepemilikan hutan adat, termanjakan olehnya.

Sekarang...
Kita ada di tengah-tengah kemelut ini.
Apa yang bisa kita lakukan?

(Bersambung...)

#saveRajaAmpat
#savehutanPapua